BAYANGAN RINDU

Ke pasar dengan si Markum
Semangat berkobar melawan serdadu
Ku ujar Assalamu’alaikum
Kamu apa kabar? Aku rindu

Indah, Lalu Orang melakukan Variasi Entah Untuk apa
Kamu…..
Iya, kamu
Kamu seperti angin puting beliung yang selalu berputar di pusat sarafku
Meminta akan angin lalu untuk terus berputar
Berawal.....
Berawal dari ku ini
Dimasa banyaknya insan berkata masa penuh akan yang namanya, cinta
Ya, kamu pasti tahu
Masa putih abu-abu
Dan itu benar
Seakan-akan, roda dunia menuntutku berotasi untuk terus bersamamu

Langit telah bertarung dan sang surya lah pemenangnya
Ku bersiap, lalu berjalan mantap bersama putih abu-abu
Ku telah tiba di masa itu
Ku rasakan, masih biasa
Ku rasakan, masih sama
Teeettt, teeettt, teeeetttt!
Alarm pertanda untuk mengubah dunia telah dimulai

Opiniku mengatakan ada sesuatu yang berbeda darimu
Hanya segelintir sepasang mata yang memiliki sifat seperti dirimu
Kamu lebih mendahulukan sepasang mata lain daripada sepasang matamu
Sehingga kamu luput akan sepasang matamu yang juga membutuhkan perhatianmu
Matamu berhasil membuatku jatuh di lubang hatimu
Jatuh di lubang hatimu yang tidak semua orang miliki
Semua yang ada padamu, seringkali membuatku merindu
Ada rasa takut dalam diriku
Ada rasa takut akan kehilanganmu
Ada rasa takut akan ditinggalkanmu
Ku acungkan tangan, itu semua pernah ku rasakan

Siliran angin laut…..
Kau datang untuk sebatas singgah di hatiku yang kosong melompong
Dan sekarang, telah terisi oleh kehadiran berbagai warna dari dalam dirimu
Ku bersyukur

Ku beruntung sempat merasakan dimiliki dan memiliki 
Ku beruntung sempat merasakan dicintai dan mencintai
Ku beruntung sempat merasakan dirindukan dan merindukan
Ku beruntung sempat merasakan diperhatikan dan dipedulikan
Ku beruntung sempat merasakan dikhawatirkan dan mengkhawatirkan

Sesuatu yang pernah berputar di atas kepalaku
Dan itu ku dapat saat kau hadir disisiku untuk kau lukis kembali dengan tinta-tinta indahmu di selembar kertas putih baru yang dulu sempat ku rasakan

Dan sekarang…..
Aku meringkuk udang dipelukan cahaya surya yang mulai redup
Pucat, menanti temu tak kunjung jua
Aku menanti rindumu dan akhirnya rinduku melebur dibawa oleh cahaya redupnya

Senyum dan tawamu adalah tangisku
Tentang kita, ternyata hanya sebatas cerita cinta yang saling mengisi
Dan kini, aku menyimpanmu di bagian memori pusatku entah samlai kapan
Terima kasih, Bayangan Rindu

Komentar